Anak-anak korban konflik berteater bersama, mengobati luka masa lalu dan menjalin persahabatan yang dulu tak terwujud.
Anak-anak di Aceh mengatasi trauma konflik lewat kesenian tradisional.
Dayah khusus anak-anak korban konflik Aceh berdiri pada tahun 2001. Tetapi kekurangan dana untuk membiayai kebutuhan hidup dan sekolah anak-anak.