Kopi Aceh terkenal sejak dulu di dunia. Tapi lama-kelamaan kualitas kopi menurun karena keterbatasan modal dan teknologi. Belum lama ini Belanda mematenkan "Kopi Gayo", sehingga pengusaha lokal tak dapat menggunakan merek itu lagi.
Alokasi anggaran pembangunan Aceh dianggap mengistimewakan kawasan timur dan utara. Orang-orang Aceh bagian barat-selatan pun menuntut keadilan.
Dulu pala Aceh pernah jadi idola dunia. Kini sebagian petani pala di Aceh Selatan beralih profesi setelah kebun mereka diserang hama.
Meski Aceh kaya akan gas alam, tak menjamin industri di Aceh tetap hidup. Setelah pabrik pupuk AAF, industri lain yang mengandalkan gas tinggal menunggu waktunya tutup.
Birokrasi penyaluran bantuan Badan Reintegrasi Aceh yang berliku-beliku telah memunculkan korupsi baru di Aceh. Selain itu, dana tahap lanjut gagal cair akibat pertanggungjawaban dana sebelumnya yang terlambat dilaporkan.
Tentara menyatakan punya hak mengelola kawasan wisata Mata Ie sejak masa kolonial Belanda. Padahal itu milik pemerintah daerah Aceh Besar. Sudah ada undang-undang yang melarang militer berbisnis, tetapi mereka mengakalinya dengan bentuk koperasi.
Cerita tentang nasib mantan gerilyawan dan tahanan Gerakan Aceh Merdeka setelah perjanjian Helsinki dan dana reintegrasi.
KEJAYAAN cengkeh di Simeulue berakhir dan perekonomian warga hancur akibat ulah Tommy Suharto dan kebijakan ayahnya saat menjabat presiden Indonesia.
SETELAH diprotes warga gara-gara kasus lumpur panas Lapindo, kini Kelompok Usaha Bakrie (KUB) tersangkut kasus rumah asbes. Ratusan rumah asbes ditolak warga. Mulai dari politisi sampai aktivis lembaga swadaya masyarakat ikut memprotes KUB. BRR terkena getahnya. Padahal izin mendirikan rumah itu diperoleh KUB dari walikota Banda Aceh, bukan BRR.